Dari Proyek Perumahan ke Ruang Eksekutif: Kisah Ursula Burns
Ursula Burns, seorang wanita Afrika-Amerika yang lahir di New York City pada tahun 1958, telah mencapai kesuksesan yang luar biasa dalam karirnya. Ia tumbuh dalam keluarga imigran Panama yang hidup dalam proyek perumahan di Manhattan, tetapi ia tidak membiarkan latar belakangnya menjadi penghalang bagi kesuksesannya.
Burns menunjukkan bakatnya dalam matematika yang sangat baik dan menerima beasiswa untuk belajar teknik mesin di Polytechnic Institute of New York (sekarang bagian dari NYU). Ia kemudian menerima gelar master dalam teknik mesin dari Columbia University dan memulai karirnya di Xerox pada tahun 1980.
Burns tidak memiliki koneksi atau latar belakang yang istimewa, tetapi ia memiliki kecerdasan, keberanian, dan etika kerja yang kuat. Ia bekerja keras dan menunjukkan kemampuan yang luar biasa, sehingga ia dipromosikan ke posisi senior di Xerox. Pada tahun 2009, ia menjadi CEO Xerox, menjadi wanita Afrika-Amerika pertama yang memimpin perusahaan Fortune 500.
Burns telah menerima banyak penghargaan dan pengakuan atas kesuksesannya, termasuk menjadi salah satu dari 100 orang paling berpengaruh di dunia oleh Time Magazine. Ia juga telah menjadi anggota dewan di beberapa perusahaan besar, termasuk Uber, Nestlé, dan ExxonMobil. Ia juga telah menjadi advokat yang kuat untuk kesetaraan dan pendidikan STEM.
Kisah Ursula Burns adalah inspirasi bagi banyak orang, terutama bagi mereka yang berasal dari latar belakang yang kurang beruntung. Ia membuktikan bahwa dengan kerja keras, kecerdasan, dan keberanian, seseorang dapat mencapai kesuksesan yang luar biasa, tidak peduli seberapa besar tantangannya.
Foto: Wikipedia
0 Komen