Kaswati: Ibu yang Berjuang Demi Masa Depan Anaknya Menjadi Dosen
Kaswati, seorang ibu dari Wonosobo, Jawa Tengah, telah meniti jalan terjal demi mencetak sarjana di keluarganya. Selama 15 tahun, ia merantau ke Tangerang Selatan, Banten, untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga. Hampir seluruh upahnya ia kirim ke kampung untuk biaya hidup dan pendidikan anak laki-lakinya yang berotak encer.
Kaswati hanya menyisakan uang Rp100 ribu per bulan untuk kebutuhan pribadi. Itu sebabnya, ia nyaris tak pernah membeli baju baru. Cukup memakai baju lungsuran pemberian induk semang tempat ia bekerja selama 25 tahun. Belakangan, ia mencari tambahan penghasilan dari jasa memasak makanan untuk tetangga induk semangnya.
Kaswati ikhlas memperjuangkan pendidikan anaknya karena anak itu pintar sejak SD. Ia bisa masuk SMP dan SMA favorit di Wonosobo. Lulus SMA, anaknya diterima di UPN Yogyakarta dan lulus sebagai mahasiswa terbaik. Ia kemudian melanjutkan kuliah di program magister di UGM.
Ketika anaknya kuliah di UGM, Kaswati mengirim uang Rp 1,6 juta per bulan. Tahun lalu anaknya lulus dan kini menjadi dosen tidak tetap sebuah universitas di Yogyakarta. Kaswati merasa sangat bangga dan bersyukur atas keberhasilan anaknya.
Kaswati mengatakan, sekarang sudah lego. Anaknya sudah mulai bekerja walau gajinya belum besar. Ia minta Kaswati berhenti bekerja, ikut dia, tapi Kaswati menolak lantaran ingin ikut arisan buat memperbaiki rumah di kampung.
Kisah Kaswati ini menunjukkan, betapa mimpi besar anak-anak dari keluarga miskin untuk menjadi sarjana bisa diwujudkan asalkan ada komitmen dan dukungan penuh seluruh anggota keluarga. Ketika perjuangan bersama itu berhasil, kebanggaan menjadi ganjarannya.
Foto: Ilsutrasi (Freepik)
0 Komen