Pengorbanan Luar Biasa Bu Sabar Mencetak Seorang Sarjana
Bu Sabar dan suaminya, Supami, melakukan pengorbanan luar biasa demi mencetak salah seorang anaknya menjadi sarjana. Mereka tinggal di kampung di Kebumen, Jawa Tengah, dengan hidup yang sangat susah. Namun, mereka tidak menyerah dan terus berjuang untuk memperbaiki nasib keluarga.
Bu Sabar menjadi tukang pijat ibu dan bayi untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Ia bekerja keras dari pagi hingga malam, dengan tarif Rp50 ribu per klien. Meski telah banting tulang, pendapatannya sering kali tak cukup untuk menghidupi keluarga. Namun, ia tidak pernah menyerah dan terus berjuang untuk anak-anaknya.
Salah satu anak Bu Sabar, Agung Saputro, memiliki keinginan kuat untuk sekolah hingga perguruan tinggi. Bu Sabar menyisihkan pendapatannya yang sedikit untuk membiayai sekolah Agung hingga perguruan tinggi. Kadang, ia terpaksa berutang kepada klien agar bisa membayar uang kuliah anaknya itu.
Alhamdulillah, perjuangan Bu Sabar berhasil. Agung menjadi sarjana dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayutullah Jakarta. Ia kini bekerja di salah satu bank ternama. Bu Sabar merasa sangat bangga dan bersyukur atas keberhasilan anaknya.
Perjuangan Bu Sabar belum berakhir. Di usia senjanya, ia masih memijat untuk diri sendiri dan dua anaknya, termasuk mencari dana untuk kaki palsu Sabarudin yang sudah pecah. Namun, ia tidak pernah menyerah dan terus berjuang untuk keluarga.
Kisah Bu Sabar adalah contoh nyata bahwa pengorbanan dan kerja keras dapat membawa kesuksesan. Ia telah membuktikan bahwa dengan tekad yang kuat dan kerja keras, kita dapat mencapai cita-cita kita dan membuat keluarga kita bahagia.
Foto: Freepik
0 Komen