post image

Dari Penenun Kain Menjadi Raja Industri Baja: Kisah Menginspirasi Seorang Andrew Carnegie

  • Administrator
  • 13 Nov 2025
  • Artikel

Andrew Carnegie, pendiri Carnegie Steel, perusahaan yang pernah memproduksi lebih banyak baja daripada seluruh Inggris, lahir dari keluarga miskin di Skotlandia. Ayahnya adalah seorang penenun kain yang berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Carnegie tumbuh dalam kemiskinan, tinggal di rumah satu kamar yang sederhana, dan sering kali tidur untuk melupakan rasa lapar.

Untuk melarikan diri dari kemiskinan, keluarga Carnegie bermigrasi ke Amerika Serikat. Di usia 13 tahun, Carnegie mulai bekerja sebagai "bobbin boy" di sebuah pabrik kapas di Pittsburgh, mengganti spool benang selama 12 jam sehari, 6 hari seminggu. Meskipun sibuk, Carnegie tidak pernah berhenti belajar. Ia membaca karya-karya Robert Burns dan cerita tentang pahlawan Skotlandia seperti Robert the Bruce, William Wallace, dan Rob Roy.

Karier Carnegie mulai meningkat ketika ia menjadi kurir telegraf dan kemudian operator. Ia juga memiliki kesempatan untuk membaca buku-buku di perpustakaan pribadi Colonel James Anderson, yang membuka perpustakaannya untuk anak-anak muda setiap Sabtu malam. Pengalaman ini membentuk kecintaan Carnegie terhadap membaca dan belajar.

Karier bisnis Carnegie berkembang pesat ketika ia bekerja di perusahaan kereta api. Ia belajar tentang industri dan bisnis, dan mulai melakukan investasi di perusahaan baja dan minyak yang memberinya keuntungan besar. Pada tahun 1889, Carnegie Steel Corporation menjadi perusahaan baja terbesar di dunia.

Pada tahun 1901, Carnegie menjual Carnegie Steel kepada JP Morgan seharga $480 juta dan menjadi filantropis. Ia menyumbangkan jutaan dolar untuk perpustakaan publik New York, mendirikan Carnegie Institute of Technology di Pittsburgh (sekarang dikenal sebagai Carnegie-Mellon University), menciptakan Carnegie Foundation for the Advancement of Teaching, dan membentuk Carnegie Endowment for International Peace.

Kisah Andrew Carnegie adalah contoh nyata bahwa kesuksesan tidak ditentukan oleh latar belakang atau keadaan seseorang. Dari seorang anak miskin yang tinggal di rumah satu kamar, Carnegie menjadi salah satu orang terkaya di dunia dan meninggalkan warisan yang besar bagi masyarakat.

Warisan Carnegie masih hidup hingga hari ini, melalui institusi-institusi yang didirikannya dan perpustakaan-perpustakaan yang dibangunnya. Ia membuktikan bahwa dengan kerja keras, ketekunan, dan kecintaan terhadap belajar, kita dapat mencapai kesuksesan yang luar biasa.

 

Foto: Wikipedia
 

0 Komen

Berita Terkait