Kisah Sukses Sugimun yang Lumpuh dari Lahir: Membangun Bisnis Toko Elektronik "Cahaya Baru"
Sugimun, seorang pria yang lahir dengan kondisi lumpuh akibat polio, telah membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk mencapai kesuksesan. Meskipun dilahirkan dari keluarga miskin dan tidak sempat mengenyam pendidikan formal, Sugimun tidak menyerah dan terus berjuang untuk mencapai tujuannya. Dengan tekad yang kuat dan semangat yang pantang menyerah, Sugimun berhasil membangun bisnis toko elektronik "Cahaya Baru" yang kini memiliki tiga unit toko di Magetan dan Trenggalek, Jawa Timur.
Kisah Sugimun dimulai ketika ia berusia 19 tahun dan ditawari untuk mengikuti program penyantunan dan rehabilitasi sosial dan penyandang cacat di Panti Sosial Bina Daksa (PSBD) "Suryatama" di Kota Bangil, Jawa Timur. Di tempat tersebut, Sugimun belajar keterampilan elektronik seperti radio, sound system, kipas angin, dan televisi. Setelah dua tahun mengikuti program pelatihan, Sugimun kembali ke kampung halamannya dan mencoba mencari pekerjaan di tempat usaha servis elektronik. Namun, ia seringkali ditolak karena kondisi fisiknya.
Tidak menyerah, Sugimun memutuskan untuk berusaha sendiri dengan menjual perhiasan emas milik ibunya senilai Rp 15.000 untuk modal usaha. Ia membuka usaha jasa servis elektronik dan menjual isi korek api di lapak emperan pasar sayur Magetan. Dengan perlengkapan seadanya, Sugimun melayani pelanggan dengan sabar dan tekun. Kiosnya semakin sering dikunjungi orang, dan kebutuhan akan onderdil elektronik juga meningkat. Sugimun melihat peluang ini dan mulai menyisihkan uangnya untuk modal pembelian onderdil.
Sugimun juga membuktikan bahwa kesuksesan tidak hanya tentang mencapai tujuan, tetapi juga tentang membantu orang lain. Ia membantu beberapa anak yatim dan anak cacat dengan memberikan mereka kesempatan pendidikan dan keterampilan. Dengan demikian, Sugimun tidak hanya mencapai kesuksesan pribadi, tetapi juga memberikan kontribusi pada masyarakat.
Kini, Sugimun telah memiliki tiga unit toko elektronik "Cahaya Baru" yang cukup besar di Magetan dan Trenggalek, Jawa Timur. Omsetnya telah mencapai Rp150 juta per bulan. Sugimun juga dikenal sebagai pengusaha yang jujur dan amanah, serta memiliki komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggannya.
Kisah Sugimun adalah contoh nyata bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk mencapai kesuksesan. Dengan tekad yang kuat, semangat yang pantang menyerah, dan komitmen untuk membantu orang lain, kita dapat mencapai tujuan kita dan membuat perbedaan dalam masyarakat.
Foto: Freepik
0 Komen